PUNCAK JAYA - Di tengah hamparan hijau Kampung Balinggup, Puncak Jaya, Papua Tengah, sebuah pemandangan hangat terpancar pada Senin (6/4/2026). Semangat kebersamaan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat lokal terjalin erat ketika personel Satgas Yonif 613/Raja Alam turun langsung ke kebun. Bukan sekadar kunjungan biasa, kegiatan ini merupakan wujud nyata komunikasi sosial (komsos) yang dikemas secara humanis, membantu warga memanen hasil bumi mereka.
Para prajurit dari Satgas Yonif 613/Raja Alam tidak hanya berdiam diri, melainkan berbaur langsung di tengah ladang. Tangan-tangan mereka terampil membantu memetik sayuran, bergotong royong bersama para petani. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan seketika tercipta, menunjukkan kedekatan yang tulus tanpa adanya sekat antara personel TNI dan warga.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari pendekatan teritorial yang gencar dilakukan oleh Satgas. Tujuannya adalah untuk memahami denyut nadi kehidupan sosial masyarakat secara mendalam. Melalui interaksi sederhana seperti ini, para prajurit berkesempatan untuk menyerap aspirasi warga, mulai dari isu keamanan yang krusial hingga berbagai tantangan kehidupan sehari-hari yang dihadapi di wilayah tersebut.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung aspirasi mereka, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kampung Balinggup, ” ujar Komandan Titik Kuat (Dan TK) Balinggup, Lettu Inf Netto Fernandez.
Lettu Inf Netto Fernandez menambahkan bahwa komunikasi yang terbuka adalah kunci utama dalam membangun hubungan yang harmonis antara TNI dan masyarakat. Ia percaya bahwa dialog yang berkelanjutan akan mempermudah identifikasi berbagai permasalahan yang muncul di lapangan, sehingga solusi bersama dapat segera ditemukan demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bagi semua.
Kehadiran para prajurit TNI di tengah aktivitas panen ini disambut dengan sukacita oleh warga Kampung Balinggup. Elisabet Tabuni, salah seorang warga, mengungkapkan perasaannya yang nyaman dan terbuka saat berinteraksi dengan Satgas.
“Kami merasa senang dan tidak sungkan untuk berbagi cerita. Kehadiran bapak-bapak TNI membuat kami merasa aman. Mereka bukan hanya pelindung, tetapi juga sudah seperti keluarga, ” ungkap Elisabet Tabuni.
Dengan terus berlanjutnya kegiatan komsos yang dibalut aksi nyata seperti membantu panen ini, diharapkan hubungan antara TNI dan rakyat semakin erat. Langkah ini tidak hanya memperkuat ikatan emosional, tetapi juga menjadi representasi nyata dari semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam upaya menjaga stabilitas dan keharmonisan wilayah.
Melalui pendekatan humanis yang konsisten, Satgas Yonif 613/Raja Alam membuktikan bahwa kehadiran TNI di Papua melampaui sekadar menjaga keamanan. Mereka telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, membawa dampak positif dan memperkuat rasa persatuan. (PERS)
